Tampilkan postingan dengan label experience is the best teacher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label experience is the best teacher. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Afirmasi !


Afirmasi tahun lalu yang sempat membuat saya berpikir, "Banyak mau banget sih lu Dith! Emang lu bisa?",
tapi Tuhan jawab dengan, "Jangan takut, pasti bisa, kan ada Aku"
Dan hasilnya sangat saya syukuri walau ada yang tidak bisa kecontreng. Benar2 tahun di mana saya diingatkan untuk terus menyertakan Tuhan dalam setiap usaha dan keinginan saya dan tidak khawatir karena itu artinya meragukan Tuhan.
Jangan lupa tetap bersyukur untuk apapun hasilnya, kan sudah mengandalkan Tuhan


Dan ini afirmasi saya tahun ini. Saya akan mulai masuk tahap baru (koass).
Semoga lebih baik dari tahun kemarin.
God bless :)

Rabu, 28 Oktober 2015

IMO 2015: Have You Done Your Best? Then Let Him Do the Rest :)

Salah satu target saya di tahun ini adalah jadi delegasi IMO (Indonesian Medical Olympiad) di Unhas, Makassar, tanggal 14-18 Oktober 2015, dan puji Tuhan hal ini boleh tercapai :)

Di FK Unsoed, tempat saya belajar, IMO jadi salah satu perlombaan tahunan, yang dipersiapkan.
Dan bisa dibilang ada prestise tersendiri dari fakutas kedokteran setiap univ untuk memberikan yang terbaik untuk almamaternya. Begitu juga almamater saya.

Ada 6 cabang dalam perlombaan ini, Digestive, Musculoskeletal, Kardiorespi, Genitouroreproduksi, Neuropsikiatri, dan satu-satunya cabang internasional untuk Tropical Infection. Kebetulan semua delegasi dari Unsoed tahun ini berasal dari angkatan aktif tertua, 2012. Dan saya ikut mewakili dalam cabang Neuropsikiatri bersama partner saya Rifqi. 

Hari H, tanggal 13 Oktober kami berangkat lebih awal karena perjalanan yang jauh. Kelas kami yang unyu, Hypoglossus menyiapkan spanduk berisi tanda tangan dan pesan dengan tulisan tengah dicetak seperti foto di bawah ini :3

Foto di Pantai Losari memegang spanduk unyu sebelum berlomba :3

Kami juga mendapat petuah dari Sekjur kami, dr. Joko Mulyanto, yang juga menjadi PIC blok yang sedang kami lewati (Medical Research Program, MRP3) sekaligus tutor PBL kami haha (sungguh merasa sangat dimudahkan melewati blok ini berkat beliau). 

"Jangan terpaku sama masa lalu, write your own story,"
pesan dr. Jokmul pada kami mengingat tahun sebelumnya, kakak kelas kami menginspirasi karena meraih medali perak cabang Genitouroreproduksi.

Setelah melewati keunyuan yang membuat terharu, berangkatlah kami dengan elf kampus ke Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dari sana, pesawat kami menuju Bandara Sultan Hasanudin, Makassar. 

Sesampainya di Makassar, kami disambut LO kami, Valeria Velda, dan dia langsung berpesan, "Jalan lurus aja, jangan mau kalau ditawari apa-apa, ini daerah rawan." Velda juga cerita kalau di Makassar, begal bersenjatakan busur dan adik kelasnya yang naik motor baru-baru ini kena di kakinya. Makanya, mereka kalau sudah malam lebih baik menginap di kampus. Wuuu, kerasnya hidup di Makassar. Saya membayangkan mudahnya saya dibegal kalau sekolah di sana, naik motor saja saya cuma kecepatan 30-40 dan menepi di pinggir._.
Kami dibawa Velda ke hotel kami menginap sendiri, makan, dan (tadinya mau belajar tapi akhirnya...) tidur.

Welcome to Makassar :)

Esoknya, kami mencari makanan khas sesuai list yang kami minta dari teman kami yang punya darah Makassar dan makanan pertama kami, Palubasah. Semacam gulai daging, ada parunya juga, kuah kental, enak deh pokoknya. Lalu Velda datang dan jalan deh ke Pantai Losari (belum lomba malah jalan-jalan duluan haha).

Foto-foto di pantai Losari. Foto di tengah saat kami welcoming party.

Lalu kami ke Hotel Grand City, tempat kami akan menginap sampai pulang, dan suasana kompetitif dimulai hahaha. Saya sekamar dengan Ratna dan kami senang karena kami pikir cuma berdua di dalam kamar, sampai jam 2 malam datanglah 2 orang anak dari Univ Tanjungpura (Putri dan Abidah) yang mengambil cabang sama dengan Ratna, Kardiorespi.
Di malam pertama itu, kami juga welcoming party dan technical meeting. Kami senang disambut oleh makanan khas lainnya, macam es pisang ijo, dabu-dabu, dan lainnya. Sempat syok juga saat TM banyak peraturan yang tidak sama dengan di proposal, seperti poin dan tidak adanya radiologi, EKG, EEG, dll di OSPE pemeriksaan penunjang.

Tanggal 15 Oktober, ini waktunya kami berlomba. Berbekal doa dan restu dari orang-orang yang menyayangi kami, serta ilmu yang sudah kami upayakan, kami mengerjakan semampu kami. 
Babak pertama, MCQ 120 soal dalam waktu 100 menit dan OSPE. Untuk MCQ, Rifqi dan saya membagi halaman dan saling mengecek pekerjaan yang kami belum isi. Ada beberapa yang kami ragu, seperti kerja obat dan fase seksual, yang kami kosongkan karena kalau salah -1. Lalu dilanjutkan ujian OSPE (ujian identifikasi lab kalau di kampus saya) untuk 5 soal Anatomi, 5 soal Histologi, 10 pemeriksaan penunjang (5 Patologi Klinis & 5 Patologi Anatomi). Kami bergantian menulis dan saling berbagi tugas melihat. Dan disitu saya rasanya mau bilang "pecat saja deh saya dari asdos" karena saya gegabah  duluan dan banyak soal yang saya tidak bisa.
Babak semifinal dilaksanakan keesokan harinya dengan pengumuman semifinalisnya subuh harinya. Entah kenapa saya sedikit optimis waktu itu walau masih merasa sangat menyesal untuk idennya, jadi kami belajar untuk OSCE untuk semifinal. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Kami tidak lolos. Dari Unsoed sendiri, yang lolos cabang Tropical Infection dan Genitouroreproduksi. Antara sedih, kecewa, menyesal, tapi tetap berusaha tenang. Kami pun mengikuti talkshow yang diadakan untuk peserta yang tidak lolos sementara 10 semifinalis dari setiap cabang tetap berlomba MCQ 100 soal dalam 50 menit dan OSCE.
Keesokan harinya, pengumuman 5 tim grandfinalis diumumkan sebelum acara seminar dimulai dan 2 cabang teman kami, tidak lolos. Ternyata rasanya tetap deg-degan walau bukan diri sendiri yang berlomba. 
Setelah mendengar pengumuman itu, teman-teman saya jadi "membolos" jalan ke pulau naik perahu dan pete-pete (angkot setempat), sementara hanya saya dan 2 teman saya yang lain tinggal di symposium. Walau membosankan, tapi saya tidak bisa berbuat bandel. Dan kami pun menonton lomba cerdas tangkas yang termasuk babak final. Hmmm, sempat geregetan rasanya kalau ternyata tahu jawabannya, tapi sudah tak punya hak untuk menjawab :( 

Rangkaian acara ditutup dengan farewell party yang membuat kami sebal karena lama menunggu dan pengumuman pemenang. Dan di hari terakhir, kami city tour ke Benteng Rotterdam, beli oleh-oleh dalam waktu singkat (karena diburu-buru), dan pulang deh (dengan naik pesawat ke Jakarta lalu kereta ke Purwokerto dari Senen). Oya, senangnya di Stasiun Senen, ibu saya menghampiri. Pelukan ibu cukup untuk melepas kangen anaknya yang belum bertemu dari akhir Juli ini :)

Farewell Party

Ya, begitulah. Namanya juga lomba, pasti ada yang kalah dan menang. Saya memang sempat sedih dan menyesal, begitu juga teman-teman lain. Rasanya kami sudah belajar 1-2 bulan (lebih lama dari tahun sebelumnya), sampai begadang jaga malam di kampus, tapi apa daya, lawan kami mungkin lebih pantas untuk menang. Saya tidak bilang kami tidak pantas, karena kalau dari ilmu saya yakin kita semua sama. Namun selalu ada faktor tak terduga yang harus kita terima. Tak apa, setidaknya kami sudah berusaha semampu kami dan hasilnya serahkan pada Yang Di Atas, ya kan? Setidaknya kami juga dapat pengalaman dan bekal untuk adik-adik kami selanjutnya. Setidaknya kami harus bersyukur bisa terpilih sampai di sini, mungkin untuk itu saja, banyak orang yang ingin ada di posisi kami. Setidaknya, kami jadi punya teman-teman baru. Setidaknya, kami selamat pulang sampai Purwokerto kembali. Setidaknya, banyak hal yang masih dapat kami syukuri...

Oya, setelah kurang lebih seminggu, kami mendapat hasil rekap nilai kami. Dan kalian tahu, nilai Rifqi dan saya peringkat 11 untuk babak penyisihan, padahal butuh 10 tim untuk masuk semifinal (dengan Anatomi salah 6 benar 0 hahaha). Hal itu membuat saya membutuhkan waktu seharian, bahkan sampai di dalam Gereja, saya masih merenung dan berkaca-kaca. Tapi Tuhan menegur saya lewat khotbah Frater waktu itu, "Siapakah aku ini Tuhan? Jadi biji mata-Mu. Dengan apakah kubalas Tuhan? Slain puji dan sembah Kau." 
Ya, saya memang masih harus belajar banyak lagi, harus bersyukur diberi kesempatan sejauh ini. Dan sekarang saya hanya bisa membalas dengan memuji-Nya. Toh sejak awal itu motivasi yang sudah saya niatkan dan saya bisa seperti ini juga karena dimampukan oleh-Nya, kenapa saya harus sedih dan kecewa?


Terima kasih sudah diberi pengalaman berharga tentang niat, usaha, dan keikhlasan. 
Memang tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Kita belum tahu saja hasil akhirnya, ilmu yang sudah kita pelajari tidak akan pernah sia-sia kok.   

Kami memang belum meraih medali apapun, tapi kami akan tetap berusaha mencetak generasi emas:)

Sedikit ke-kurangkerja-an kami di sela menunggu Farewell Party

Minggu, 25 Oktober 2015

Teruntukmu, Dermaji Bravo !!!

Masih tentang KKN. Tapi sekarang tentang teman-temannya nih :)



Nah ada namanya kan nih dan mukanya yang masih normal :)

Kita mulai dari geng cowo tidak kece haha... 
Yang pertama: Azka, si Bebeh anak mamih (ya iyalah anak maminya) dari Jakarta, anak Ekonomi Manajemen. Ga pernah nyuci seumur hidup. Kalo tidur suka nyahut. Suka interview malem-malem. Doyannya nyetel lagu Isyana dan Photograph satu jam. Kalo makan timun kayak disiksa, kalo makan yang lain bilang "Surga!"

Imam nih sekarang. 
Kormapok teladan yang suka Kebab Baba Rafi (*ups) dari FISIP-Administrasi Negara, yang rajin bangun pagi dan suka bangunin dari mulai suaranya normal sampai ala gagu karena anggotanya ga bangun-bangun. Man of the day pas Lomba Tahan Tawa, lomba yang kami buat dalam rangka memperingati 17an. Suka ikut baca buku gue tapi akhirnya bilang, "Lu ngantuk? Baca buku Yudith aja nanti juga tidur" haha. Bertanggung jawab, tapi... ga tahan banget sama rambutnya ._.


Lomba tahan tawa pakai masker muka geng cewe vs cowo, menyambut 17an

Nah ini nih si Om Doni.
Satu-satunya 2011, asal Hukum, yang kalo ditanya nanti mau apa cuma bilang, "Gua mah di hukum, ambil hikmahnya aja." Sahabat pena Azka, yang juga gue panggil OM ini, sudah bisa cari uang lewat Aldoni_design, yang jadi sponsor KKN kami haha. Ga punya proker khusus di posko, tapi sibuk desain poster, spanduk, kaos, dan segala hal. Walau KKN selesai, tapi cerita cinta baru dimulai, om gue ini sedang usaha sama gadis Desa Dermaji, sebut saja mayonaise yang gamau dibagi-bagi (doain aja yah). Oya, jangan ketipu ya, itu dia sambil naik batu fotonya ._.v

Cowo terakhir, Super Dede.
Klien program "stop merokok", terakhir sih berkurang sampe 5 batang per hari, ga tau kalo nambah lagi. Suka menghilang dari posko, entah pergi ke posko temannya atau cuma nyebrang ke Posko A karena ada yang dilirik ;) Teman curhat dan bertukar pikiran, apalagi masalah cinta dan kesehatan. Teman berebutan Kinan, anak cantik berambut keriting, yang udah kami angkat jadi adik ketiga kami hehe.

Sekarang geng cewe... Cewe-cewe rempng yang dari awal dateng langsung curcol soal percintaan berhubung unavailable semua haha

Bu guru Inke. Koor bidang pendidikan padahal ambil kuliah Ekonomi Akuntansi. Setiap hari diribetin sama bocah-bocah SD yang bertebaran di posko. Awalnya lihat di grup line, gue kira jutek, ternyata beda dari dugaan. Baik hati, ramah, setia sampe 10 tahun pacaran walau di-korting, dan lucu, apalagi kalo ngomong terus bibirnya suka lebay haha :D 

Andina. Koor bidang kelembagaan karena anak Hukum bareng si Om. Bersama Inke dan Icha, dia adalah penyiar radio Banyumas FM yang cuma ada di posko kami, lawannya Azka FM (karena kalo ngomong khas banget logatnya). Hobinya kalo di posko: tidur. Tapi suka olah raga jogging bareng gue dan jago juga main voli (Y)

Cik Gu Besar: Shiva. 
Anak Pertanian yang sebenernya pengen Psikologi. Open minded, galak, bisa jadi tim medis buat mengambil kaca yang masuk ke kaki (tragedi kaki Inke mengucur darah), dan baik hati mau nganterin kalo gue ke Gereja. Bersama Doni, ngajarin bocah teater dan pantomim. Salah satu pasien gue juga, yang memberi pengalaman tak terlupakan (ga boleh disebut kenapa, itu privasi). Oya, pacarnya pernah jealous sama gue, massa gue dikira cowo ga bertanggung jawab yang gamau nyetir motor bolak-balik ke Purwokerto hahaha :D

Retno a.k.a Rere
Partner bidang Kesehatan, berhubung dia Farmasi. Karena Rere temen dekatnya juga teman gue di FK dan dari awal materi udah kenalan, jadi kami klik deh, ngomongin pelajaran, skripsian, sampe curhat lainnya :) Seposko, terutama Shiva dan Azka, suka ngeledekkin tingkah kami pas nyari kelompok pertama kali, gapapa deh asal semua senang ._.

Teruntukmu sahabatku, Icha
Paling puitis secara dia anak Satra Indo cooy. Paling sering dikunjungin keluarga dan bawa surga. Anak penurut orang tua yang membuat gue jadi berasa keras kepala banget. Pasien gue juga sampe mau gue ajak jadi sampel penelitian. 







Gaada orang yang bilang menyatukan pikiran dan sifat orang-orang yang tinggal dalam 1 rumah sebagai hal yang mudah, apalagi kalo ada 10 orang. Dan walaupun mereka bilang mereka salah jurusan, tapi saya yakin bukan kebetulan kami sama-sama dapat tempat di Dermaji B ini, kan?


Kelompok mana lagi yang rela 'Ghina style' begini demi satu orang (liat yang paling normal) dapet jodoh



Terima kasih ya sahabat baru, buat kerja sama dan pengertian selama sebulan liburan KKN kita di desa yang permai bernama Dermaji. Maaf kalau suka merepotkan bolak-balik dan cerewet sok bijak sok sehat (padahal sakit). 

Ingat ya,
Semua orang cerdas, tergantung males ato ga, beruntung ato ga. Kalo beruntung ato ga, itu tergantung Yang Di Atas, tapi males ato ga, itu kita yang nentuin.
Semangat meraih cita-cita !
Ayo Bangun Desa, Bangun Indonesia!


*semangat45 *udahkayakibunasihatinanak
#latepost #KKNDermajiBravo

KKN itu rasanya...

Kuliah Kerja Nyata. 

Wuuu, kerjaan anak kuliah semester akhir yang kedengerannya sangar banget ya kerja gitu hahaha. Tapi nyatanya seru ah...
KKN saya di sebuah desa di kaki gunung yang jalanannya miring hampir 90 derajat sampai yang tersayang saya nanya "Ini buat jalanannya gimana ya? Kok ada sih orang mau tinggal di sini?"
Ya begitulah. Tapi setelah berkali-kali lewat jalan itu dari 27 Juli sampai 31 Agustus 2015, kami baik-baik saja dan tidak semenakutkan awalnya. 

Mungkin itu yang orang bilang cinta datang karena terbiasa. Eiits, bukan berarti cinlok kayak sinetron lebay gitu, maksudnya sebulan di desa ini membuat saya nyaman, gitu juga dengan kelompoknya. 

Awalnya... 

ketika mau nge-klik Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, di komputer pas milih tempat KKN, saya deg-degan. Sungguh. Doa saya bukan mau tempat yang enak, dekat, rumahnya bagus, tapi doa saya cuma "Tuhan, kalau boleh kelompokku bisa diajak kerja sama, bisa mengerti kalau aku ga cuma fokus di KKN dan kalau boleh, Yudith bisa ke Gereja setiap Minggu." Karena memang otak ini harus dibagi dengan penelitian skripsi yang mengharuskan mondar-mandir ke Purwokerto plus belajar buat IMO (Indonesian Medical Olympiad) bulan Oktober.

Dan bersyukurnya, Tuhan mengabulkan doa saya itu.

Bayangkan aja, teman sekelompok saya rela mengantar dan jemput yang masing-masing butuh waktu 1-1,5 jam! Walau setelah ada kejadian luar biasa, ada anak KKN Unsoed yang meninggal di jalan balik dari Purwokerto setelah mengantar temannya, saya jadi tidak tega dan ikut balik hanya kalau mereka juga balik. Dan penelitian saya pun bisa berjalan. Begitu juga, mereka bersedia mengantar saya ke Gereja di Purwokerto setiap Minggu! 
Kalau soal belajar, saya senang banget dari awal mereka mengerti bahkan tertarik buat tahu soal apa yang saya pelajari walaupun mereka percaya-percaya aja saya mau bilang apa juga hehe. Gak bohong kok, ini serius. Mereka menemani kalau belajar malam walau ada sesi interview dadakan, membuatkan energen (sambil mereka buat juga sih), dan mengingatkan kalau saya tidak belajar walau mereka memberi godaan dengan nonton Sherlock Holmes lah, apa lah...

Dan soal KKN sendiri, 

dari awalnya mengeluh kalau ada bocah datang sampai jengkel karena tidak nurut pas latihan akhirnya kangen juga dan terharu sama bocah-bocah SDN1 Dermaji. Proker-proker kami dari bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan kelembagaan bisa berjalan cukup baik, walau ada beberapa yang tidak terlaksana. Warga antusias dengan program kami. Kepala Dermaji, Pak Bayu, juga merupakan 
sosok teladan yang dihormati warganya dan mau merangkul kami.
Beliau juga up to date banget coooyy! Buka saja: http://dermaji.desa.id/

Akhir kata, 

belajar tidak hanya dari buku tapi juga pengalaman dan orang lain. Di KKN ini, saya banyak belajar untuk lebih sabar dan memahami orang lain dari sudut pandangnya, banyak alasan orang melakukan sesuatu menurut pikirannya sendiri. Kesederhanaan dan guyub juga menjadi pelajaran yang bisa dipetik. Warga desa yang menghargai tradisi, gotong royong, ramah, dan hangat. Ditambah pemandangan sawah, bukit, hutan pinus, wah saya bersyukur banget bisa liburan sebulan di Dermaji. Semoga ada waktu untuk main ke desa ini lagi :)




Foto dari atas ke bawah:
1. Foto bareng adik-adik Paud Larasati selesai penyuluhan gemar menabung
2. Ijaz, anak SDN 1 Dermaji kelas 3 SD, dan saya dengan hasil pancingan kami yang akhirnya dilepaskan lagi karena masih kecil.
3. Bersama adik-adik SD. Yang saya cubit itu si Ijaz, saya mau minta pipinya tapi ga boleh. Paling kiri, Danu-ketua kelas 3, paling kanan Ilham-murid pantomim yang kece, sebelah Ilham saya lupa hehe :p
#latepost #KKNDermajiBravo

Jumat, 05 Juni 2015

Look, Listen, Feel

Begini ceritanya,
hari ini saya ujian OSCE ECCE2. Saya sedih, ya sedih, karena tidak bisa memasang endotrakheal tube di manekin, sampai dosen penguji saya, dosen yang cukup kenal saya dan selalu riang menyapa, mencontohkan bagaimana yang benar dan beliau berhasil. Agaknya beliau kesal karena saya. Dan ini membuat saya semakin sedih.

Selanjutnya sepanjang hari apa yang saya perbuat adalah menunggu, ya melakukan hal yang paling membosankan itu. Menunggu dosen untuk minta tanda tangan, menunggu hujan berhenti agar bisa pulang jalan kaki, menunggu yang tersayang untuk pulang bersama. Dan itu cukup membuat saya lelah.

Sedih, bosan, lelah. Cukup sudah senyum saya tak bisa lagi mengembang.

Namun Tuhan memang menyelidiki setiap hati. Ia buat saya mensyukuri penantian seharian ini. Sembari menunggu yang tersayang di rumah sakit, sepasang bapak dan ibu dengan tampang panik menanyakan ruangan karena ada kerabatnya, atau mungkin anak perempuannya, yang kecelakaan, dan saya tidak tahu jawabannya. Selang dari itu, seorang ibu tua, di atas kasur jalan melewati saya dengan wajah menghadap saya, renta, tersiksa, dengan nasal canul, dan infus diiringi kerabatnya.

Saya cuma berpikir, seberapa berat sih masalah saya sampai saya harus mengeluh, lelah, dan kesal sendiri? Saya melakukan kesalahan saya sendiri kalau tak bisa melewati ujian, dan setelah itu kan saya cuma dimintaNya untuk menunggu. Sedangkan mereka, masalah mereka berhubungan dengan nyawa, hidup dan mati, mana yang lebih berat? 
Dan karena itu saya kembali tersenyum.

Lihat orang lain sekelilingmu, masih ada yang memiliki masalah jauh lebih berat darimu, kenapa kamu mengeluh? Toh, setiap masalahmu pasti bisa kamu tanggung kan? 
Karena Tuhan berjanji seperti itu :)

Rabu, 06 Agustus 2014

He4rtily

Woooww puji Tuhan semester 4 sudah lewat dengan senyum :)
Ada blok "Trio Macan" di semester ini; Respi, Cardio, Diges, dan ada banyak ujian lain yang puji Tuhan boleh terlewati dengan senyum.

Di sini saya belajar semakin banyak. Bukan cuma bagaimana cara baca radiologi dan EKG, jenis obat batuk, apa penyebab dan jenis diare, bagaimana manajemen rumah sakit, tapi lebih dari itu saya belajar bagaimana berjuang dan bersyukur.

Blok Diges, yang paling menjadi momok, membuat saya sering mengeluh capek karena praktikumnya setiap hari dan rasanya tidak kuat belajar lagi malamnya. Berlebihan memang, tapi mungkin saya memang lemah, sampai saya disadarkan kena remed UTU. Hahahaha... Sialnya penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi itu tidak masalah selama kita punya niat untuk memperbaikinya. Saya janji deh ga boleh ngeluh lagi selanjunya, selelah apapun itu. Seharusnya saya lebih bersyukur masih diberi kekuatan dan boleh lulus akhirnya :)

Tantangan selanjutnya di semester ini adalah saya mendaftar jadi Asisten Dosen Anatomi. Ini adalah hal kedua yang saya rasa, saya benar-benar mengejarnya, dan puji Tuhan boleh mendapatkannya (hal kedua setelah SNMPTN Tulis untuk masuk Jurusan Kedokteran di univ negeri). Beruntung juga, saya punya teman-teman dan keluarga yang mendukung, terima kasih banyak. Dan saya sadar ini adalah tanggung jawab besar, tapi hati saya lebih menganggapnya sebagai pelayanan.

Yang mau saya katakan di sini adalah: untuk mengejar impian kita, kita harus mau berkorban untuk selalu melakukan yang terbaik, jangan sampai lengah sedikit pun. Klise memang, tapi saya yakin sulit untuk melakukannya.
Dan yang terpenting, serahkan semua yang kita inginkan pada Tuhan dan coba deh motivasikan apapun yang kita lakukan untuk memuji Dia karena untuk itulah kita hidup.
 Keluarga baru saya di Anatomi :)

Paskah 2014, We're still family :)

PMK 2012, tidak komplit memang, tapi saya senang semangat mereka kembali dan semoga tetap kembali

Rabu, 04 Desember 2013

It's My Way :)

Terima kasih,
sekarang saya benar-benar tahu rasanya berjuang,
rasanya bersyukur buat semua yang saya dapat dan yang tidak saya dapat,
rasanya menghargai apa yang sudah mereka beri,
dan yang terpenting, rasanya selalu mengandalkan-Mu

kalau mau jadi dokter, pikir berulang kali...
bukan masalah prestise, tapi masalah mental dan hati.
dan sekarang saya sudah di sini,
bukan hal bijak untuk mundur
karena saya percaya,
Dia selalu punya jalan terbaik,

ini jalanku,
apa jalanmu?

Minggu, 14 Juli 2013

Setahun Setelah Masa Kotak-kotak Hijau

Gak kerasa udah setahun aja jadi anak kuliahan. Perasaan kemaren masih pake rok abu2, kotak2 ijo, prom, eh ternyata tahun ini umur udah pake baju bebas, udah mau kepala 2 aja ._.
Ngomong2 kuliah, gue ingetin, gue kuliah di Unsoed, itu universitas negeri di Purwokerto, kalo gatau itu dimana, coba buka peta Jawa Tengah ato cari di google map yaa *karena setiap gue bilang kuliah di mana, ga sedikit yang nanya itu di mana ._. gapapa, biar jd inget dikit :p



Oke, di sana gue ambil kedokteran. Dan yak, di masa kuliah ini, gue belajar sangat banyak....
mmm sjauh ini gue baru dapet *gue bilang baru karena masih super buanyak yang lainnya* di semester1: PDSKE (komunikasi gitu), MPK (kayak PKn pas sekolah dulu lah), sama CHEM 1(kesehatan lingkungan) dan di semester 2: BSHB (ini nih yang buat mumet karena belajar smua sistem tubuh selama 5-6 minggu), LC (blok paling enak menurut gue, tentang manusia dari dibuat sampai balik lagi ke tanah), CHEM 2, dan BHL 1 (tentang etika gitu). 
Ditambah sama laboratorium2, yang paling banyak ditanyain, 
"Dith, udah ketemu mayat?" 
"Iya, udah"
"Muntah ga lu? Serem ga?"
"Ga"
"Kok santai sih lu, kalo gue pasti udah muntah"
"Sereman yang suka nongol di acara2 misteri" ciyuuusss .__.

Kayaknya, jadi mahasiswa kedokteran dan kesehatan apapun yang ketemu cadaver di lab anatomi harus mencantumkan di pikiran bahwa: 1. Mereka guru besar kita. 2. Yang namanya guru, pengen muridnya pinter, jadi guru itu baik. 3. Bayangin yah, yang ada tuh mereka yang kasian, disayat, dibuka-buka gitu, dan gabisa ngelawan... ga semua orang meninggal mau digituin kan, makanya mereka harus dihormatin, bukan ditakutin. 4. Kalo ngerasa takut, jijik, ato apapun, liat poin 1-3 apalagi poin 3 :)

Yah itu diaaa... Di sini, gue ga cuma belajar lectures di kuliah ato laboratorium, tapi juga belajar....
1. Hargain waktu. Bayangin SOCA 7 menit nulis sama presentasi aja berharga banget, mau lebih ekstrim? 50 detiiiikkk aja buat OSCE harus dimanfaatkan bener2. Gitu juga kalo mau belajar, ngerjain tugas, kalo perlu, sambil mandi diulang lagi biar inget...
2. Hargain apapun deh. Hargai civitas akademika sampai yang biasa kita abaikan sekalipun. Hargai guru besar yang udah gue ceritain di atas juga. Hargai nilai 0,1 aja deh *pengalaman pernah kena remed nilai cm kurang 0,1 tuh nyeseeeek banget ciyuuusss._. Hargai uang juga *maklum anak kos :p
3. Belajar prioritas. Kapan harus belajar, harus yang mana dulu dikerjain, apa dulu yang harus dibeli, dan sebagainya....
4. Tanggung jawab. Kalo ga merasa punya tanggung jawab, jadi selama ini kita ngapain? Dan lagian, gue pikir2, gue sekarang belajar buat nantinya berhubungan sama nyawa orang. Kalo dari sekarang udah ga tanggung jawab, kasian pasien gue kelak, ya ga?
5. Sosialisasi. Ubah persepsi anak kedokteran itu cupu & kuper. Kita memang banyak belajar, tapi juga jangan belajar sendiri, kita bisa belajar banyak hal dari orang lain, dari organisasi atau kepanitiaan, dan itu bener2 gue rasain :)
6. Refresh dan dukungan itu perlu. Merem bentaaar aja pas lecture tuh rasanya nikmat banget (jangan ditiru) apalagi bisa boci (bobo ciang) dan refreshing lain. Sekadar telpon keluarga juga refreshing tuh, bisa dapet support baru yang bikin semangaaaatt :D
7. Doa. Ini yang paling penting juga. Rasanya pas kuliah ini, doa dan segala kegiatan mendekat ke Tuhan itu rasanya bukan lagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Kalo lagi down, butuh dorongan, gue belajar untuk mengandalkan Tuhan dan ga lupa, minta keberuntungan di setiap doa karena setelah dipikir-pikir, hidup ini, apalagi kuliah di kedokteran itu penuh dengan untung2an :)

Gitu deh... 
Mau cerita apa lagi ya? Pokoknya, di sini gue belajar menghargai segalanya dan ga meremehkan apapun deh, gue takut karma ._. Semua yang gue alamin, mau remed sekalipun, gue bersyukur karena gue percaya itu yang terbaik dari Tuhan, dan gue bisa belajar dari apapun, siapapun, di manapun. Sekarang gue menikmati dan mencoba menjalankan yang terbaik yang gue mampu aja, daripada ngoyo terus nanti stress, hiii amit2 .____. 
Ini baru 1 tahun di kedokteran, masih ada 5 tahun lagi *lulus tepat waktu, amiiiiinn* , jadi nikmatin aja :)





ini ceritaku, apa ceritamu? ;)

Sabtu, 27 April 2013

And the more they talk about how dissapointed they are because of love,
the more I say "Thanks God, You've introduced me to him whom care about me so much"

but we'll never know where it will go, right?
but I think I'm lucky to feel it :)



Senin, 15 April 2013

Glad to Meet You :)

Oke lapor, ini segelintir makhluk yang baru saya temukan di Purwokerto, yang membuat saya bisa tersenyum, ketawa, geleng-geleng kepala, dan bilang "makasih Tuhan, saya punya kesempatan ada di tanah yang jauuuuh dari rumah dan ketemu mereka" :)



ehem, yang pertama, yang badannya ndut pke baju kuning muka sok candid itu, namanya Tomi Nugraha, tapi panggilan sayangnya Tomyam :3 Asalnya dari Bandung. Cowo yang paling enak kalo mau dicurhatin sama dicubitin. Paling high tech sama suka bercanda sok sensi dan ga tahan banget klo dia udah mendesah "ah ah". bukan apa-apa, geliii wooiii ._. 

Kalo yang lagi megang lilin, mulut mangap, pake kacamata itu namanya Alifiani Hapsari, cewe banget ya namanya, tapi janganlah anda tertipu. Panggilan sayangnya Alip, cewe macho sekaligus anggun (anak gunung). Dia anak Osipital, mapala FK Unsoed, dan lagi dalam rangka pacaran sama anak mapala dari kampus lain. Cewe berpipi tembem ini kalo udah tidur gatau diri ciyuuus ._.v

Nah kalo sesosok tubuh berkerudung hitam yang nongol di deket Alip dengan pandangan aneh itu, namanya Masayu Athifah Fitriahani. Cukup dipanggil Hani, atau kalo saya sih karena sayang banget sama dia, jadi manggilnya Kucrit. Ini emang makhluk ajaib. Bahkan ada yang ketawa karena menyimpulkan bentuknya trapesium .__. Anak prematur 1997, paling bocah tapi kadang bisa juga sih jadi dewasa dan paling suka berkhayal, princess lah, Kazuto lah, Keenan lah, ikutin aja deh :D Sekarang dia sudah merapat di kosan yang sama kayak saya, biar hidupnya lebih tentram katanya, bangun digedorin, makan diingetin, pergi pun ada temennya, aman lah pokoknya, hehe....

Cowo yang udah tinggi, berdiri pula (untuk membungkuk makanya kefoto) itu namanya Tauhid Yuda Putra. Panggilannya Yuda aja, ga pake sayang-sayangan, nanti yang ada di Bandug marah :p Yup, cowo asal Bandung ini udah punya cewe di Bandung yang namanya Tari dan mereka unyu banget. Yuda cowo paling kalem, bahkan jauuuuhhhh lebih kalem dari Hani, dan lucu banget kalo godain dia, cukup manggil "Yuda" dia bakal senyum-senyum sambil nutup mulut gitu :3 

Sebelahnya Hani, ada cowo berkacamata, berbaju hitam, yang sekali liat mungkin ada orang beranggapan dia keren, tapi kalo udah tau aslinya, makasih deh :p Namanya Nugraha Ramadhan, panggilan sayang: Ugra. Awalnya karena dia manggil "Yud" terus saya sama Yudha nengok, terus saya protes "kalo manggil yang jelas dong" (padahal emang nama saya aja yang ambigu) dan akhirnya dia manggil saya Udi, saya manggil dia Ugra. Okelah, dia keren kalo lagi main gitar ato keyboard (Y) Tapi kalo udah minum susu kedelai, hati-hati, apa yang anda simpulkan di awal akan lenyap karena dia akan kena efek susu kedelai: tangan melambai, duduk dengan kaki menyilang, suara menghalus .__.

Cowo yang (maaf ) agak berisi di samping Ugra dengan senyum lebar dan balon oren itu namanya Dimitri Iman Prawira. Ini nih temen seperantauan saya asal Jakarta. Dan ternyata temen les bimbel saya dulu ada yang satu sekolah sama dia, sempit amat nih dunia. Baru lumayan deket sama Dimi yang kocak banget gara-gara kelompok DK bareng dan jadi ada panggilan baru: Digitiminimi (kalo di ilmiah, digiti minimi = jari kelingking). ehem, bayangin aja, kalo kelingkingnya kayak gini, jempolnya gimana ya? :p

Selanjutnya, cewe berkerudung abu-abu dengan balon merah dan mulut manyun itu namanya Maya Alvionita, panggil aja Maya, ga ada nama lain, saya bingung mau melesetin jadi apa :p Dia temen sekos dan tebengan saya yang paling top (Y) Sering galau dan digalauin sama saya. Kadang bisa dewasa dan mengeluarkan kata-kata bijak, tapi juga kadang suka sok imut._.v Suka banget merah dan hobi gambar juga. Ga berani ngomong macem-macem men, nanti saya ga dapet tebengan lagi pagi-pagi hehe :p

Yang terakhir, yang rambut diurai lagi megang balon ungu sambil melet itu.... ya saya lah, siapa lagi ._.
Ini foto pas ulang tahun Ugra. Akhirnya kami semua bisa foto bareng walau absurd begini jadinya :D


Ini balon-balon baru saya, 
tapi tenang aja, saya ga bakal lepasin balon-balon saya yang lain juga kok, 
ciyuuuus :)

Bahagia itu Sederhana

wooowww udah lama banget ga nulis lagi...
oke, sekarang saya mau berbagi cerita dikit nih :)
mmm apa yaa...

Sekarang saya masuk, tepatnya baru selesai 1 blok pertama yang iwooow banget di semester 2 ini. di kedokteran Unsoed ini. *kalo ada yang gatau, Unsoed itu di Purwokerto yaa :o
Dan ternyata, BAHAGIA ITU SEDERHANA
Kenapa saya simpulkan kayak gitu?
Karena begitu banyak hal yang saya alami di sini, yang bisa ngajarin saya hal itu. Dan sebenernya, mungkin dari dulu saya mengalami hal-hal sederhana, tapi saya ga nyadar aja kalo saya seneng mengalaminya, atau baru sekarang bisa cerita- cerita.

Sekarang saya jadi belajar untuk lebih bersyukur dan lebih berjuang. Karena apa yang udah saya dapet sekarang mungkin ga bisa orang lain dapetin. Karena apa yang harus saya jalanin sekarang itu kemauan saya sendiri dan saya harus tanggung jawab sama pilihan yang ga mudah ini. Bahkan poin 1 aja sekarang amat berharga di sini...

And yup, bahagia itu sederhana. Di sela-sela kemumetan FK, saya beryukuuuur bangeeettzzz masih bisa merasakan kebahagiaan dan nikmatin hidup. 

akhirnya saya bisa ngerasain ulang tahun sambil baksos dan ternyata itu rasanya sesuatu banget 
kalo kamu liat orang, yang ga kamu kenal sekalipun, tersenyum dan bilang "makasih, Mbak" :D


teman-teman saya di sini, yang maaf belom saya kenalin ._.v 
mereka yang buat saya bersyukur walau keterima di suatu kampus yang masih banyak orang bakal nanya 
"di mana tuh Dith?" 



And here I am. Satu dari 155 orang dalam 1 kelas yang menamakan diri Hypoglossus,
yang berniat "Kita semua bisa masuk bareng, kita semua juga harus keluar bareng"
Dan apapun yang terjadi, stay cool :)


Jadi, kalo kamu masih mikir hidup ini ruwet dan kamu ga bahagia dengan apa yang udah kamu dapetin sekarang, cukup liat sekitar kamu, liat orang yang masih peduli dan tersenyum buat kamu, 
apa kamu masih mikir bahagia itu rumit?

Jumat, 17 Agustus 2012

Happy Frenniversary !


17 AGUSTUS! DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-67 !

Tapi maaf, post kali ini bukan berisi harapan untuk negara dan bangsa ini ke depannya. Post ini untuk mereka yang sudah mau jadi balon-balon yang gue pegang erat-erat. Kenapa? Karena tepat di 17 Agustus 3 tahun yang lalu kami bersahabat walau awal terbentuknya pun karena tugas PKn membuat liputan 17-an. Walau setelah itu banyak hal-hal yang mengusik kami. Walau setelah itu… saya juga tak tahu  akan bagaimana. Kalau tulis salah satu dari mereka di buku agenda saya sih:

Friends are like balloons. If you let it go, it will fly away and never come back
So I will never let you (and the other balloons too) go :)



Wah post kali ini bakal panjang bangeeeet kalo ngomongin mereka.....

Balon pertama gue namanya Caca. Kenapa gue tulis pertama, karena dia yang pertama kali gue kenal di antara yang lain. Bayangin aja, kami kenal dari zaman TK dikuncir kelapa sampai SMA suka pakai heels, tapi baru deket pas SMA. Gara-gara 17 Agustus. Gara-gara pelajaran yang namanya Pendidikan Kewarganegaraan. Hebat gak tuh! Makanya 17 Agustus menurut gue tanggal yang bersejarah gak cuma buat bangsa ini, tapi juga buat hati ini.
Oke lanjut. Caca itu… gak bisa dijelasin, nano-nano dan seabstrak mukanya yang susah juga buat digambarin. Orangnya rame, seru, suka ngebanyol, sekaligus modis, jago masak, suka rempong, suka nyuapin, dan apa adanya. Menurut gue, dari kami ini, dia yang paling pake logika. Rasional.Dia percaya jodoh itu datangnya dari mata, turun ke kantong, lalu ke hati. Tapi juga percaya yang namanya mimpi sama ramalan. Dia minta tantenya ngeramalin nasib kami dan bener semua. Orangnya gak milih-milih temen, yang lurus, yang belok juga ditemenin. Dari bahasa Indonesia sampai bahasa iver dia kuasain dan gara-garanya kami jadi terbiasa sama bahasa gaulnya itu. Panggilannya buat gue aja aneh sendiri "Yuyud" dengan cara ngomong dia yang khas. Oya, Caca suka nyanyi india jadi gue nyambung kalo ngomong india sama dia. Gue inget banget kami sama Nirmi pernah ke WC trus sepanjang jalan ngobrolin lagu india yang kita tahu, berasa konyol, tapi lucu.
Sekarang dia masih di Jakarta kok, ambil akuntansi karena dari kami dia satu-satunya yang IPS. Jadi agak mencar emang, tapi ajaib aja tiba-tiba kita di mana eh dia nongol juga. Dia itu… gitu deh, susah jelasinnya, lu harus ketemu sendiri orangnya baru bisa ngerti kenapa gue yang udah lama kenal aja susah jelasin tentang dia. Random.

Balon kedua gue namanya Putri, tapi dipanggilnya Tete. Eits jangan mikir jorok, baca e-nya bukan e kalo ngomong ‘tempe’, tapi kayak kalo ngomong ‘laper’. Agak ribet memang, biar gak salah arti, tapi orangnya gak ribet sama sekali. Suer._.v Dia baru pindah ke Sanur dari kelas 4 SD dan sekelas sama gue dari kelas 5 sampai… 12. Yup, 8 tahun, lu bayangin aja, 8 tahun tapi baru deket bener-bener pas SMA juga. Alasannya pun sama kayak pas Caca. Jangan tanyakan mengapa karna ku tak tahuuu… mungkin itu yang namanya takdir :”)
Kalo orang pas SMA bingung mau jurusan apa, mungkin ceritanya satu anak ini yang paling membingungkan. Dia pun gak kepikiran mau apa, tapi dia lihat pendaftaran NAFA (fashion design) yang syaratnya membuat portfolio desain buat beasiswa. Jadilah dia mendaftar itu. Padahal dia gak pernah ikut ekskul fashion desain. Padahal dia jarang gambar orang,  baru-baru ini aja jadi gambar orang dengan bajunya karena banyak yang mesen, belum kuliah aja udah banyak yang mesen dibuatin baju, kalah deh Ivan Gunawan sama dia (Y).Tapi emang bakat udah ngalir di darah, terbukti dia menang buat baju pas acara program unggulan sekolah. Hobinya jelas-jelas gambar. Banyak banget halaman agenda gue yang dia gambarin, gue yang minta bahkan. Sampe ke tangan juga bahkan.
Kalo dulu dia nyuri-nyuri menggambar pas guru lagi nerangin, sekarang di Singapur sana dia seneng karena kerjaannya emang gambar-gambar. Kalo dihitung-hitung mungkin gue paling sering curcol ke dia karena sekelaaaaas terus (tapi gak pernah bosen). Kata yang lain, dia berkepribadian banyak, biasanya si MJ tuh yang ngitungin, tapi lucu deh dia emang suka salah tingkah terus malu-malu sendiri dan akhirnya kita jadi ngetawain. Waktu itu, dia pernah tiba-tiba pingsan pas OR *ya iyalah masa bilang-bilang*, trus anehnya Caca langsung teriak nama gue. Gue melongo bingung nanya kenapa, gue kira gue mingsanin anak orang, trus akhirnya si Caca sama MJ yang bawa dia ke UKS *antiklimaks banget ya ceritanya*. Gitu deh, Tete (aduh gue gak enak nulisnya) ehm Putri itu Inggrisnya jago dan open-minded.…ditambah ramah kayak di rumah, mengalir kayak air, nyantai kayak di pantai.

Oke, balon gue selanjutnya adalah Fanie, tapi nama kerennya Benben atau Beni. Gue baru kenal dia pas kelas 7 (SMP) dan sempet buat geng kelompok juga tapi gak selanggeng ini (makanya gue tulis dia duluan, baru orang di bawahnya tuh)._.v Awal liat dia dulu, mukanya jutek banget sampe papanya temen ada yang ngomongin, “punya temen gak sih tuh anak?” dan sekarang terbukti dia punya banyak kok :) Pas tugas 17-an itu, kami buat liputan ke sekitar rumah dia, trus main di taman apartemen, trus nonton Merah Putih dan kemudian segala sekuelnya di tahun berikutnya (walau formasi kami gak komplit). Oya, quote sebelum memulai post ini tulisan dia. Terus dia gambar-gambarin monster trademarknya. Dia sama Putri dulu sama-sama suka gigit kuku dan gue suka negur mereka, inget banget jawaban mereka beda-beda. Kalo Putri bakal berhenti nanti pas gue gak liat dia akan lanjut lagi, sedangkan anak ini "Tunggu bentar Dith tanggung" -_-"
SMA, Dia ikut BP OSIS bareng gue. Dulu pas mau daftar dia nanya mendingan seksi olah raga atau rohani dan dengan cepat gue menjawab, “lu cocoknya OR deh, walau lu anak gereja, kayaknya orang gak percaya.” Agak nancep memang, tapi gak tahu gue kok sering nancep sama dia padahal gak bermaksud loh Ben._.v mulai dari rambutnya gue bilang kayak Kangen Band lah sama nyinggung tinggi, sumpah gue gak maksud hihi. Cuma sama dia gue pernah musuhan 2 kali (itu alasannya di atas) trus baikan lagi gak lama kemudian. Ah, tapi gak apa, bullying kan tanda sayang ya Ben :D Dia juga sering bully gue kok. Dan cuma sama dia, tiba-tiba ngomong saling ngomong 'aku-kamu' , padahal gak sengaja, gak tahu juga kenapa._. 
Benben itu sebenernya baik, jujur, dan kreatif. Dia pernah ngaku HP-nya bunyi padahal gak terlalu kedengeran. Dia kuat, tapi lemah. Jago OR, tapi juga jago masak. Ganteng tapi cantik *lho*. Gak tahu jalan dan yang paling sering manja di antara kita, mungkin karena dia ‘dede’. Dulu dia suka nemplok kalo ada Caca, sambil meluk tangannya trus tiduran kayak anak koala ketemu induknya. Sekarang dia di Aussie, mimpinya nanti: mau buka ‘Bonbon Cupcakes’.

Yang satu ini, balon yang terbangnya udah sampe Yunani. Bukan orangnya, melainkan mimpinya. Namanya Jessica, bekennya MJ. Dulu hobinya bukain peta, buat nyari nama kota yang bagus dan dia suka banget Yunani sama Austria (yang kota mana gitu, pokoknya yang pendidikannya paling bagus sedunia katanya). Ato gak, bukain kamus, nyari kata susah. Kalo mau mengkhayal, ngomong topik anak kecil, sampai nama-nama anak, gue akan ke dia. Gue inget banget dia pengen punya anak cewek namanya: Theia Casilla Jahja (eh salah tulis gak tuh?) Gitu deh pokoknya. Sampe gue juga ikutan buat nama anak di satu halaman agenda full dan menetapkan kalo anak gue akan gue kasih nama: Dirga (cowok) dan Disha (cewek). Dia bilang, kalo suatu saat *amitamit* kami gak contact, seenggaknya kami bisa saling cari nama anak satu sama lain di facebook, jadi bisa nemu lagi ibunya :”) Banyak yang disukain sama cewek berponi rata ini, yang gue simpulkan adalah: bulat atau terbang. ferris wheel, balon udara, peri, dan hal lain yang berhubungan sama khayalan dan kelabilan. Kalo Caca random karena sifatnya yang nano-nano, si MJ ini random karena suka apa ya... teka-teki, susah gitu deh. Pas lagi bahas TO di kelas 12 tiba-tiba dia buat TTS tentang dirinya dan akhirnya kami ikut buat, tapi tetep punya dia paling susah ditebak. Kayaknya ni anak seneng banget sama bahasa yang susah-susah gitu.
Gue kenal dia pas kelas 7 juga tapi deket banget baru kelas 10. Lagi-lagi gitu. Menurut gue, dia itu kayak Kugy kalo lu udah baca ‘Perahu Kertas’-nya Dee. Penuh imajinasi, mungil kecil, sekarang kuliahnya di Bandung pula lagi. Oya, karena gue gak tahu lagu-lagu luar yang seleranya Putri dan Benben, gue akan nanya, “Je, ngerti ga?” kalo sama-sama gak ngerti, kami akan nyanyi lagu Indonesia atau lagu lama yang enak-enak. Begitupun kalo dia gak nyambung sama omongan yang lain yang sudah menjurus hal-hal 17 tahun ke atas, dia akan nanya gue. Dia suka polos atau sok imut kayak anak kecil, dulu dia emo tapi untungnya sekarang insyaf, masih suka labil, tapi juga paling gigih. Buktinya dia bisa dapet nilai lebih bagus dari kita padahal kita yang ngajarin dia dan sekarang dia masuk ITB lewat SNMPTN tulis. Selamat menemukan ‘Keenan’ lu Je, pasang radar capit lu *lu kan agen Cancer, bukan agen Neptunus* :p   

            Balon terakhir, namanya Nirmala. Dia mungkin kesel kalo tiap jadi murid baru ada yang nanya namanya trus ngeledekkin, “Nirmala, Oki-nya mana?” Seiring berjalannya waktu, manggilnya jadi Nirmi. Gak terlalu banyak yang bisa diceritain tentang yang satu ini karena… begitulah. Gue kenal dia dari kelas 7 juga (btw kita semua 7-3 kecuali Caca), tapi baru deket di kelas 10, lagi. Begini kronologisnya. Pertama masuk di 10-6 (Asem) gue duduk di pinggir, depan gue Nirmi, belakang gue Benben. Kami sekelompok tugas bareng waktu duluuuu banget kelas 7, makanya lumayan kenal. Sementara itu, Caca, MJ, dan Putri juga duduk berdekatan karena mereka dekat juga di 9-3. Dan jadilah kami bersatu *berasa Power Rangers* 
          Nirmi itu berkacamata, berambut lurus. Paling cool dan jago OR. Dia juga kreatif, suka buat stencil yang dipilox-pilox gitu, sama jago perlistrikan, dan idenya ada aja. Dia sering ke WC sama gue dan MJ. Entah kenapa kami jadi jauh setelah kelas 10, mungkin karena dia terlalu cool dan lebih introvert ya, padahal gue sekelas dia 3 tahun di SMA (makanya gue gak bisa banyak cerita tentang dia). Tapi gue gak mau nyeritain masalah itu di sini. Ehm, dari Nirmi gue belajar untuk gak putus asa kalau punya keinginan. Kalo gak salah Nirmi sempet gak diterima di arsitektur Unpar, tapi akhirnya dia nyoba lagi di gelombang berikutnya dan sekarang dia di sana. Nirmi kalo classmeeting bisa ikut semua lomba OR, sedangkan gw cuma penyemangat, dan lucunya gue perhatiin 3 tahun pasti ada aja yang menimpa anak ini pas classmeet. Jatuh, luka, kram, udah biasa, yang terakhir bahkan dia pingsan sampai dibawa ke perpus yang ber-AC. Unyunya, wali kelas kami, Bu Patty dengan santai menghampiri sambil bawa teh manis dan ngomong,“Bu Agatha (petugas perpus) nelpon saya panik amat sih! Kan udah ada temen-temennya.” Ini menyadarkan gue kalo persahabatan itu  super berarti.

Yah, begitulah cerita tentang balon-balon gue. Mulai dari liputan sama nonton di Gading, belajar bareng pulang sekolah plus perang bantal di perpus, sok mau belajar di Ragusa, karaokean di GI, Sentul, semuanya berkesan banget dan waktu gak berasa kalo bareng mereka. Tahu - tahu kita udah lulus aja. Rasanya senang bisa nemu orang yang bisa disebut sahabat bahkan saudara kayak mereka. 
Gue abis baca “5 Cm” belum habis sih, tapi gue rasa pas banget nih momennya. 
Persahabatan. Mimpi. Negara tercinta.
Semoga persahabatan kita gak hilang digerus waktu. Gue gak mau kehilangan balon lagi :”) *you know what I mean*
Semoga mimpi-mimpi kita masing-masing tercapai. Dan semoga apapun mimpi kita, ke mana pun angin membawa kita, kita harus bermuara lagi di ibu pertiwi kita ini. Kasian loh, udah tua, nanti siapa lagi yang mau nerusin kalo bukan kita?

Akhir kata, HAPPY FRENNIVERSARY!!! Kalau inget kita pisah-pisah, gue jadi sedih, tapi ...
Cinta itu takkan menghalangi orang yang dicintainya untuk mengejar mimpinya :”)
Hai, aku kangen kalian :”)
Sampai jumpa lagi :*
Peluuuuk ({})